Antithesis Atas Kekuasaan

Harta, tahta, dan wanita merupakan target hidup kebanyakan kaum Adam. Merengkuh ketiganya adalah prestasi hidup. Dengan harta seseorang memiliki instrumen untuk mendapatkan tahta dan juga wanita. Dengan tahta seseorang memiliki instrumen untuk mendapatkan harta dan juga wanita. Dan dengan wanita, seseorang tidak hanya mampu mendapatkan harta dan tahta, lebih dari itu, tujuan hidup yang hakikipun akan direngkuhnya yakni kebahagiaan hidup.
Harta, tahta, dan wanita merupakan satu paket yang komplit. Ibarat makanan sudah empat sehat lima sempurna. Maka menjadi mahfum jika seseorang bekerja dengan keras nan cerdas untuk mendapatkan ketiga instrumen tersebut. Pencapaian harta, tahta, dan wanita tidak dapat diurai mana dulu yang mesti diraih. Yang jelas kans yang besar tentu diraih dulu untuk mendapatkan target yang lain. Berbeda dengan kaum Adam, kaum Hawa pun sejatinya berkehendak atas instrumen-instrumen itu, bahkan wanita sejatinya memiliki naluri yang tinggi untuk mengkooptasi pasangannya, lebih dari sekedar merengkuhnya.
Dari tiga instrumen tersebut di atas, kini kita dihadapkan pada persaingan untuk merebutkan tahta yang terkemas dalam pilpres 2009. Jika kita menilik dari semua pasangan capres dan cawapres, sejatinya ketiganya telah merengkuh ketiganya. Semua pasangan telah memiliki harta, tahta, dan juga wanita (pasangan hidup). Namun kini semua pasangan itu juga berkehendak lagi atas tahta (sebagai presiden atau wakil presiden). Penulis yakin niat dari ketiganya bukan berdasar atas ketamakan atas kekuasaan, lebih dari itu, yakni mendarmabhaktikan jiwa dan raganya untuk bumi pertiwi Indonesia.
Jika dipikir-pikir menjadi presiden dan wakil presiden di negara kita yang luas, yang kompleks permasalahannya, yang memiliki banyak hutang luar negeri, dan segudang pengangguran penduduk sebenarnya tidak mengenakkan. Bisa membuat cepet tua, belum lagi didemo di mana-mana. Namun jika melihat antusias ketiga pasangan memperlihatkan bahwa ketiganya merupakan negarawan yang layak kita hormati. Ketiga pasangan mencurahkan semua energi untuk bangsa, tidak seperti para pensiunan atau kakek-nenek lain yang menghabiskan masa tua dengan meminum teh dipagi hari sambil mendengar kicauan burung, menimang-nimang cucu kesayangan, atau duduk nyantai di beranda rumah sambil baca-baca koran.

Meluruskan niat
Yang perlu kita kawal nanti, siapapun yang berhasil memenangkan pilpres 2009 adalah orientasinya. Jangan sampai terjadi disorientasi. Jangan sampai instrumen kekuasan itu digunakan untuk mendapatkan harta dan wanita lagi. Jangan sampai yang terpilih menggunakan instrumen kekuasaan hanya untuk kepentingan kroni-kroninya.
Dalam sebuah wawancara di stasiun televisi beberapa waktu yang lalu calon wakil presiden Wiranto mengatakan bahwa : kekuasaan merupakan instrumen untuk berbuat kemaslahatan. Sungguh merupakan jawaban yang cerdas dan menarik. Jawaban tersebut sekaligus menggugurkan asumsi banyak orang bahwa kekuasaan dijadikan instrumen untuk meraih harta, untuk memperkaya diri dan keluarganya. Yang kita harapkan adalah apa yang dikatakan bukan merupakan retorika berbahasa sebagai sebuah politik tebar pesona namun sebuah pernyataan yang tulus.
Untuk mengukur kualitas pernyataan tersebut sebenarnya dapat dikroscek dari upaya yang dilakukan dalam memenangkan pilpres 2009. Jika upayanya bersih dengan mengedepankan kejujuran dan kemaslahatan maka dapat dikatakan bahwa yang dinyatakan itu sebuah ketulusan, bukan ketamakan atas kekuasaan. Namun jika upaya yang dilakukan penuh dengan tipu daya, black campaign, memanipulasi atau mark up suara maka dengan mudah kita nyatakan bahwa yang dikatakan tidak lebih dari sekedar retorika politik semata.
Namun kadang yang usil bukan calonnya, namun tim suksesnya. Kadang kala calonnya benar-benar clean, namun tim suksesnya yang tidak fair. Maklum tim sukses selalu berupaya dengan sungguh-sungguh agar calon yang diusung berhasil. Keberhasilan calon yang diusung akan memberi akses kekuasaan kepadanya.
Sayangnya kekuasaan itu banyak godaannya. Harus berbalas budi dengan tim suksesnya yang kadang tidak masuk akal, harus kuat dilobi, dan harus hati-hati dengan banyaknya jebakan yang berpotensi menjadi batu sandungan.
Penulis yakin, dengan segudang pengalaman,dengan usia yang sudah matang, dan sudah meraih tiga instrument (harta, tahta, dan wanita) ketiga pasangan akan mampu melewati semua tantangan dan godaan atas kekuasaan. Jika pernyatan bahwa kekuasan adalah instrumen untuk berbuat kemaslahatan dapat direalisasikan maka pernyataan tersebut merupakan antithesis atas pernyataan power tends to corrupt sekaligus antithesis atas kekuasaan.

SEKOLAH UNGGULAN ISLAMI

Pengertian / Ilustrasi Sekolah Unggulan Islami
Sekolah Unggulan Islami adalah tempat proses pembelajaran dengan sistem kurikulum terpadu antara ilmu, agama, ketrampilan hidup, dan dilaksanakan secara simultan yakni melibatkan unsur pendidikan yang meliputi : guru, kurikulum, media , siswa dan penataan lingkungan belajar yang kondusif sehingga mampu berdaya saing menuju terdepan dalam kompetisi dan unggul dalam prestasi serta berorientasi pada “Smart and Good”.
Tujuan diselenggarakannya sekolah sangat berhubungan erat dengan salah satu tujuan negara yakni untuk mencerdaskan kehidupan bangsa / anak bangsa (bukan sekedar kecerdasan intelektual) / agar mampu berdaya guna, dan berhasil guna bagi dirinya, kemaslahatan umat manusia dan alam semesta raya. Oleh karenanya untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan proses pembelajaran dengan pola pendekatan multiple Intelegences dengan mengembangkan kemampuan / kecerdasan yang meliputi : IQ, EQ dan SQ. Tentunya konsep yang ideal tersebut perlu didukung oleh pihak pemerintah dan stake holders atau dewan pengampu pendidikan sehingga menjadi sekolah yang efektif dan unggul dalam kerangka internalisasi nilai - nilai islami. Dengan kata lain sekolah sebagai lembaga dakwah Islam dan pengembangan ekonomi umat merupakan implementasi dari ayat Allah SWT terhadap konsep “ rahmatan lil ‘alamin”.
Sesungguhnya standar pendidikan unggulan islami dapat diterapkan pada jenjang, satuan dan jenis serta pada jalur pendidikan yang senantiasa menginginkan bentuk perubahan konsep mutu pendidikan yang terkendali. Makin bermutu suatu sekolah tentu akan makin diminati oleh masyarakat, sebaliknya sekolah yang tidak berorientasi pada mutu sudah barang tentu daya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya kurang. Jenjang dan satuan pendidikan yang diselenggarakan Pemerintah Republik Indonesia, antara lain :



1. Jenjang pendidikan dasar dalam satuan sekolah : SD / MI, SMP / MTs,
2. Jenjang pendidikan menengah dalam satuan sekolah : SMA / MA, SMK / MAK
3. Jenjang pendidikan tinggi dalam satuan sekolah : Akedemi, Politeknik, Institute Sekolah Tinggi, Universitas
Berdasarkan jenisnya, pendidikan dapat dibagi manjadi 7, yakni :
1.Pendidikan umum
2.Pendidikan Kejuruan Akademi,Politeknik
3.Pendidikan Akademi
4.Pendidikan Profesi
5.Pendidikan Vocasi
6.Pendidikan Agama
7.Pendidikan Khusus

Adapun pendidikan berdasarkan jalurnya , dapat dikelompokkan menjadi 3 hal , yaitu :
1. Pendidikan formal, yaitu pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau institusi swasta berdasarkan peraturan perundang-undangan tentang pendidikan dan undang-undang organik yang berhubungan dengan sistem pendidikan nasional.
2. Pendidikan non formal adalah pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan institusi swasta / masyarakat untuk meningkatkan kemampuan berpikir / ketrampilan hidup.
3. Pendidikan in formal adalah pendidikan dalam keluarga melalui sikap keteladanan.
Tujuan diselenggarakannya lembaga pendidikan adalah untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia dalam dimensi ilmu agama dan ilmu pengetahuan serta ketrampilan hidup melalui proses pembelajaran sehingga diharapkan akan berpengaruh positif terhadap anak didik dalam menghadapi hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.




Masyarakat Barat telah memahami bahwa ilmu dan agama dari sisi filsafat dipahami dan dinyatakan : “Relegion without science is lame, science without religion is blind” artinya agama tanpa ilmu adalah lumpuh, ilmu tanpa agama adalah buta. Dengan demikian ilmu dan agama sangat perlu dikaji dan diamalkan karena akan berguna untuk kemaslahatan dan keseimbangan hidup di dunia dan di akhirat. Sekolah unggulan islami merasa tertantang untuk mengejawantahkan ilmu, agama dan ketrampilan hidup. Melalui efektifitas manajemen sekolah unggulan islami insyaallah akan terjawab essensi dan strategi dalam mengkaji keseimbangan ilmu dan agama serta ketrampilan hidup sebagai pelaksanaan prinsip integrated curriculum school dan internalisasi nilai-nilai islam di muka bumi ini.

Latar Belakang Sekolah Unggulan Islami
Perubahan adalah proses, tahapan, model dan pendekatan sistem yang bermuara pada upaya mencapai tujuan. Pendidikan nasional sebagai wahana untuk merubah cakrawala pandang anak didik ke arah penanaman identitas bangsa Indonesia yang lebih bermartabat dan bermanfaat sehingga perlu diproses dengan pendekatan sistem melalui paradigma pendidikan baru yakni : “ bottom up policy “ dan sudah saatnya ditanggalkan paradigma pendidikan lama yakni : “ top down policy “
Paradigma pendidikan baru : “ Bottom up policy “ merupakan pilihan yang tepat dikarenakan paradigma tersebut terkandung makna pengelolaan sekolah dan prinsip pembelajaran yang dibangun secara bersama dengan menggunakan kriteria : kreatifitas, keterbukaan, membuka inovasi dan menciptakan karakter memanusiakan manusia serta proses pendidikan yang demokratis dan efektif. Sebaliknya paradigma pendidikan yang lama “ Top down policy “ hanya akan melahirkan manusia subyektif, kurang kreatifitas, kurang demokratis, asal bapak senang (ABS) , kurang professional jiwa ketergantungan ( menunggu bantuan baik moril maupun materiil ) sehingga kurang bernilai produktif dan kurang efektif.
Sekolah unggulan islami sebagai alternatif bagi : praktisi, pemerhati, dan masyarakat luas tentu diharapkan mampu melahirkan generasi yang handal, unggul, kreatif, trampil, berbudi bawa laksana dan dapat membuka lapangan kerja melalui kurikulum bermuatan “ life skill dan integreted curriculum serta internalisasi nilai – nilai Islam “. Jika predikat atau citra sekolah unggulan sudah berkibar di masyarakat maka tugas terberat selanjutnya adalah menjaga eksistensi dan mempertahankan esensi nilai unggulan tersebut .
Dengan demikian sekolah unggulan islami mempunyai kriteria, sebagai berikut :
1. Diterapkan paradigma pendidikan “ Bottom Up Policy “ bukan “ Top down policy “.
2 .Berorientasi pada mutu yakni manajemen mutu , kendali mutu dan jaminan mutu.
3. Membangun sistem pendidikan secara utuh dan simultan yang meliputi : guru, anak didik, kurikulum, media dan lingkungan sekolah / kelas yang kondusif.
4. Selalu mengadakan konsolidasi, link sekolah serta perencanaan dan pengembangan
yang mengedepankan “ unggul dalam prestasi dan terdepan dalam kompetisi”.
5. Menciptakan lingkungan sekolah yang islami secara esensional dan eksistensional.
6. Diterapkan sistem pendidikan nasional dengan kurikulum jati diri / muatan lokal
7. Intensifikasi media pembelajaran dengan pendekaatan media alam sebagai wujud
pelaksanaan tadabur
8. Ditegakkan disiplin baik untuk guru dan siswa dengan diterapkan tata tertib oleh team work sekolah serta mengedepankan keteladanan sebagai jaminan mutu diri.
9. Menerapkan sistem administrasi dengan komputerisasi dan administrasi dinding.
10. Menjalin kerja sama yang harmonis antara sekolah dengan komite sekolah serta lingkungan masyarakat

Maksud dan Tujuan Sekolah Unggulan Islami
Banyak anak didik yang sebenarnya potensial namun diproses secara tradisional dan sangat sederhana bahkan ironisnya sekolah tersebut kurang berorientasi pada peningkatan mutu. Sesungguhnya anak didik sebagai Raw in ( bahan mentah ) yang bermutu, dikelola oleh sekolah secara profesional dan maksimal dengan pendekatan pembelajaran yang fun maka akan menghasilkan out put yang bermutu tinggi.
Mendapatkan bahan mentah yang bermutu tinggi tentu dengan penyeleksian ketika penerimaan siswa baru. Hal ini bukan berarti mendikotomikan anak didik menjadi orang yang eklusif atau arogan. Sekolah unggulan islami melakukan tindakan preventif dengan berupaya memilih dan memilah in put untuk menggali dan mengarahkan anak didik agar perkembangan irama potensi anak didik dapat selaras dengan perkembangan zaman. Jika terjadi kesalahan dalam pengelolaan anak didik , dimungkinkan terjadi hal yang tidak kita inginkan yakni ” gab dangerous ” Hal demikian bukan berarti membuat komunitas “ Brilliant School “, akan tetapi justru dengan sekolah unggulan islami diharapkan lahir anak didik yang mempunyai kemampuan dan pribadi dwi tunggal atau dikatakan sebagai pribadi ideal dan utuh “ smart and good “ artinya anak didik yang cerdas dan baik dalam sikap, perilaku dan perbuatannya.
Oleh karenanya sekolah unggulan islami mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1. Program Integrated Curiculum School
Kurikulum ini memuat kurikulum nasional yang dijiwai implementasi nilai-nilai islamiah serta dilengkapi life skill atau ketrampilan hidup. Dengan kata lain ada keterpaduan dalam memahami : ilmu, agama dan ketrampilan hidup.
2. Pendidik berkompetensional ( kepribadian, paedagogik, professional dan sosial )
3. Lingkungan sekolah mencerminkan :
a Iklim sekolah yang islami dan kondusif dengan sikap ; senyum , sapa, salam.
b.Pola pendidikan yang demokratis dan terbuka terhadap kritik yang konstruktif.
c.Berpola pikir dan pola sikap yang dinamis atau mengikuti perkembangan jaman
d.Menerapkan kedisiplinan sebagai pilot project system pendidikan melalui penegakkan tata tertib dan didukung rambu-rambu : petunjuk, peringatan, larangan, dan sanksi yang edukatif.
e.Penerapan Bilingual system dalam lingkungan sekolah, antara lain: English day, English area, file triep, conversation, MC.
f. Masjid di sekolah sebagai sentral kegiatan dan pengembangan identitas Islam
g.Banyaknya agenda kegiatan islamiah baik untuk siswa, karyawan, dan pendidik
4. Perwujudan prestasi sekolah : kejuaraan, ketenaran / popularitas, dan keteladanan
5. Membangun sistem organisasi dan tatalaksana baik dewan Guru, Karyawan dan OSIS, Unit Kegiatan Siswa, dsb dengan berdasarkan Standar Operasional Prosedur atau SOP yang telah diformulasikan dan disepakati oleh yang berkompeten
6. Menerapkan pola pembelajaran : Quantum Learning, Student Active Learning
Learning by Fun, pendekatan multiple intelegences, pendekatan kontekstual, dll.
7. Sarana dan prasarana yang representatif/ lengkap
8. Punya program unggulan yakni : agama , bahasa Inggris dan ekonomi praktek antara lain :
a.Bidang pertanian : Pupuk organik, pembibitan, perikanan, persemaian, pupuk cair, bio gas, dll
b.Jasa : BMT, wartel,jasa angkutan, jasa bayar telp, jasa PAM, dll
c.Industri : Production House dengan home industri kecil
d.Perdagangan : Memasarkan hasil produksi dari bentuk usahanya
e.Ekstratif : Jasa tambahan yang bersifat profit (di luar usaha yang dijalani )

Rumusan Sekolah Unggulan Islami
Formulasi sekolah unggulan islami diproyeksikan dalam aneka prinsip kegiatan
diantaranya :
1.Menata kerangka proses manajemen sekolah
2.Mengembangkan eksistensi dan essensi sekolah untuk segenap civitas institusi pendidikan dengan melakukan :
a.Penataan lingkungan fisik agar senantiasa : bersih, aman, tertib, dan indah
b.Penataan lingkungan psikis dengan menegakkan disiplin dan kekeluargaan
c.Pentingnya penggunaan atribut : pakaian identitas muslim dan perlengkapannya
d.Penanaman mental positif yakni : percaya diri, adaptif, dinamis dan konsekuen
e.Penegakkan : tata tertib, sanksi, dan mekanisme penanganan masalah siswa
f.Sosialisasi tindakan preventif agar tidak terjadi pelanggaran peraturan sekolah
dengan : 1).Memberikan petunjuk yang jelas
2).Ada peringatan dan larangan yang jelas
3).Perlunya kode etik sekolah dan norma sekolah
4).Pembinaan rutin oleh Kepala Sekolah, bagian kesiswaan atau guru
yang telah dijadwalkan dan disyahkan oleh kepala sekolah
g.Pelatihan untuk improvement guru maupun karyawan dalam institusi pendidikan
Contoh : 1). Training for new teachers dan Training for new officer
2). Out Bond untuk menguji andrenalin / kekuatan mental menghadapi
tantangan realita hidup, baik dalam kerja maupun di luar kerja
h.Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa ( LDKS ) dalam rangka kaderisasi organisasi siswa intra sekolah atau OSIS
i.Ekstra kurikuler sebagai penyaluran minat dan bakat siswa . Unit kegiatan tersebut antara lain :
1).KIR singkatan dari Kelompok Ilmiah Remaja
2).KBB singkatan dari Kelompok Belajar Bersama
3).ROIS singkatan dari Kerohanian Iislam
4) Cabang – cabang Olah raga ( untuk berprestasi dan kesehatan )
3.Melaksanakan program life skill di satuan dan jenjang pendidikan di sekolah
4.Penerapan standar mutu pembelajaran dengan pola pendekatan antara lain :
a.Menggali kemampuan siswa / guru dengan pendekatan multiple intelegences
b.Aktivasi siswa yang dipandu guru pembimbing dalam bentuk kegiatan- kegiatan : 1). Bedah buku
2). Resume for book
3). Kegiatan sosial keagamaan
4). Dunia usaha tepat guna untuk meningkatkan produktifitas siswa dan institusi di bidang : Agraris, Industri, Jasa, Perdagangan, dan Ekstratif
5).Training for Student / Teachers, antara lain: motivasi, manajemen waktu, dll
6).Program pembinaan dan bukan pembinasaan. ( untuk siswa, dan guru. )
5.Berupaya sukses melalui kegiatan sekolah dengan membangun rencana baru yakni:
a.Mengukur kembali tujuan yang direncanakan untuk mengetahui validitas antara
harapan dan tingkat pencapaiannya. Jadi hal ini mengukur baju badan sendiri dengan ukuran badan sendiri dan bukan dengan ukuran orang lain / lembaga lain.
b.Perlunya konsultan pendidikan yang berpengalaman sehingga mempunyai frame of work atau blue print / program kerja yang baik.
c.Melaksanakan plan system sekolah sesuai dengan yang telah disepakati secara : konsinten, komitmen, dan sinergis.
d.Melaksanakan kegiatan sekolah secara : partisipatif, bertanggungjawab, amanah terhadap tugas, dan fungsinya didasari satu niat, satu fikroh, dan satu tujuan
e.Menggunakan paradigma pendidikan : Bottom Up Policy , bukan Top down policy

JADWA;L LATIHAN

D. LAMA PELATIHAN LAS
Lama pelatihan las tingkat terampil dilaksanakan selama 11 x 8 jam kerja
( 11 hari kerja efektif ) dengan jadwal sebagai berikut :
Hari Waktu Materi Pengampu


I 07.00 – 09.30 Pembukaan dan Pengantar Pelatihan Disduknakertrans/LPKS
09.30 - 10.00 Istirahat, minum snack Tim LPKS Al Hikmah
10.00 – 12.00 Perangkat Las Busur Manual Instruktur Las
12.00 – 13.00 Istirahat, makan siang, sholat Tim LPKS Al Hikmah
13.00 – 14.30 Bahan dan Pengolahan Instruktur Las
14.30 – 16.00 Gambar Teknik dan Finishing Instruktur Las


II 07.00 – 09.30 Teknik Penyalaan Instruktur Las
09.30 - 10.00 Istirahat, minum snack Tim LPKS Al Hikmah
10.00 – 12.00 Persiapan Sambungan Las Instruktur Las
12.00 – 13.00 Istirahat, makan siang, sholat Tim LPKS Al Hikmah
13.00 – 14.30 Sambungan I Posisi Bawah Tangan Instruktur Las
14.30 – 16.00 Sambungan I Posisi Bawah Tangan Instruktur Las


III 07.00 – 09.30 Sambungan I Posisi Bawah Tangan Instruktur Las
09.30 - 10.00 Istirahat, minum snack Tim LPKS Al Hikmah
10.00 – 12.00 Sambungan T Posisi Bawah Tangan Instruktur Las
12.00 – 13.00 Istirahat, makan siang, sholat Tim LPKS Al Hikmah
13.00 – 14.30 Sambungan T Posisi Bawah Tangan Instruktur Las
14.30 – 16.00 Sambungan T Posisi Bawah Tangan Instruktur Las


IV 07.00 – 09.30 Sambungan Pipa Posisi Bawah Tangan Instruktur Las
09.30 - 10.00 Istirahat, minum snack Tim LPKS Al Hikmah
10.00 – 12.00 Sambungan Pipa Posisi Bawah Tangan Instruktur Las
12.00 – 13.00 Istirahat, makan siang, sholat Tim LPKS Al Hikmah
13.00 – 14.30 Sambungan Pipa Posisi Bawah Tangan Instruktur Las
14.30 – 16.00 Sambungan I Posisi Horisontal Instruktur Las


V 07.00 – 09.30 Sambungan I Posisi Horisontal Instruktur Las
09.30 - 10.00 Istirahat, minum snack Tim LPKS Al Hikmah
10.00 – 12.00 Sambungan I Posisi Horisontal Instruktur Las
12.00 – 13.00 Istirahat, makan siang, sholat Tim LPKS Al Hikmah
13.00 – 14.30 Sambungan T Posisi Horisontal Instruktur Las
14.30 – 16.00 Sambungan T Posisi Horisontal Instruktur Las


VI 07.00 – 09.30 Sambungan T Posisi Horisontal Instruktur Las
09.30 - 10.00 Istirahat, minum snack Tim LPKS Al Hikmah
10.00 – 12.00 Sambungan Pipa Posisi Horisontal Instruktur Las
12.00 – 13.00 Istirahat, makan siang, sholat Tim LPKS Al Hikmah
13.00 – 14.30 Sambungan Pipa Posisi Horisontal Instruktur Las
14.30 – 16.00 Sambungan Pipa Posisi Horisontal Instruktur Las


VII 07.00 – 09.30 Sambungan I Posisi Vertikal Instruktur Las
09.30 - 10.00 Istirahat, minum snack Tim LPKS Al Hikmah
10.00 – 12.00 Sambungan I Posisi Vertikal Instruktur Las
12.00 – 13.00 Istirahat, makan siang, sholat Tim LPKS Al Hikmah
13.00 – 14.30 Sambungan I Posisi Vertikal Instruktur Las
14.30 – 16.00 Sambungan T Posisi Vertikal Instruktur Las


VIII 07.00 – 09.30 Sambungan T Posisi Vertikal Instruktur Las
09.30 - 10.00 Istirahat, minum snack Tim LPKS Al Hikmah
10.00 – 12.00 Sambungan T Posisi Vertikal Instruktur Las
12.00 – 13.00 Istirahat, makan siang, sholat Tim LPKS Al Hikmah
13.00 – 14.30 Sambungan Pipa Posisi Vertikal Instruktur Las
14.30 – 16.00 Sambungan Pipa Posisi Vertikal Instruktur Las


IX 07.00 – 10.00 Perjalanan menuju Industri Instruktur dan Tim
10.00 - 12.30 Aktivitas di Industri Pengelasan Instruktur dan Tim
12.30 – 13.30 Istirahat, makan siang, sholat Instruktur dan Tim
13.30 – 15.00 Studi banding ke Bengkel Las Instruktur dan Tim
15.00 – 17.30 Aktivitas pelepasan lelah/refreshing Instruktur dan Tim
17.30 – 20.00 Perjalanan menuju LPKS Al Hikmah Instruktur dan Tim



X 07.00 – 09.30 Sambungan Pipa Posisi Vertikal Instruktur Las
09.30 - 10.00 Istirahat, minum snack Tim LPKS Al Hikmah
10.00 – 12.00 Revisi dan Evaluasi Hasil Pekerjaan Instruktur Las
12.00 – 13.00 Istirahat, makan siang, sholat Tim LPKS Al Hikmah
13.00 – 14.30 Project Work Instruktur Las
14.30 – 16.00 Project Work Instruktur Las


XI 07.00 – 09.30 Project Work Instruktur Las
09.30 - 10.00 Istirahat, minum snack Tim LPKS Al Hikmah
10.00 – 12.00 Finishing Project Work Instruktur Las
12.00 – 13.30 Upacara penutupan Tim LPKS Al Hikmah
Disduknakertrans/LPKS
13.30 – 16.00 Penyelesaian Administrasi Tim LPKS Al Hikmah

SILABUS LAS

SILABUS PROGRAM PELATIHAN PENGELASAN TINGKAT TERAMPIL

Nama LPKS : Al Hikmah Benda, Sirampog, Brebes
Tingkat : Terampil
Standar Kompetensi : Melakukan proses pengelasan menggunakan peralatan las busur manual posisi di bawah tangan, horizontal dan vertikal

Kompetensi Dasar Materi Pokok / Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber belajar
Teknik Bentuk Instrumen Instrumen
1. Memperagakan pengesetan peralatan las busur manual secara lengkap 1. Peralatan Utama
2. Peralatan Bantu
3. Peralatan Keselamatan Kerja
4. Elektrode 1. Tanya jawab mengenai produk las
2. Menjelaskan pengertian pengelasan
3. Mengidentifikasi peralatan las busur manual
4. Menjelaskan fungsi dan teknik pemakaian peralatan las busur manual 1. Menjelaskan definisi pengelasan busur manual
2. Mengidentifikasi peralatan utama las busur manual
3. Mengidentifikasi peralatan bantu las busur manual
4. Mengidentifikasi peralatan keselamatan kerja las busur manual
5. Mengeset peralatan las busur manual hingga siap pakai 1. Tes
2. Perbuatan 1. Isian
2. Format Penugasan 1. Lembar soal
2. Lembar jobsheet 120 menit 1. Modul Pelatihan Las LPKS Al Hikmah Benda, Sirampog, Brebes
2. Mengidentifikasi bahan dan memperagakan pengolahan bahan menggunakan peralatan kerja bangku 1. Logam Ferro dan Non Ferro
2. Pemotongan bahan
3. Pengeboran bahan
4. Pengikiran dan penggerindaan bahan 1. Menjelaskan logam ferro dan non ferro
2. Mempraktikkan pemotongan bahan
3. Mempraktikkan pengeboran bahan
4. Mempraktikkan pengikiran dan penggerindaan bahan dan hasil las 1. Mengidentifikasi logam ferro dan non ferro pada pengelasan
2. Memotong bahan mengguna- kan gergaji manual dan mesin
3. Mengebor bahan mengguna- kan mesin bor tiang
4. Mengikir dan menggerinda bahan serta hasil akhir pengelasan 1. Tes
2. Perbuatan 1. Isian
2. Format Penugasan 1. Lembar soal
2. Lembar jobsheet 90 menit 1. Modul Pelatihan Las LPKS Al Hikmah Benda, Sirampog, Brebes
3. Memperagakan gambar teknik dan finishing menggunakan peralatan gambar kerja pengelasan 1. Gambar sambung- an las dan kampuh
2. Gambar sambung- an I, T dan Pipa
3. Pemeriksaan Visual
4. Pengujian Manual 1. Menjelaskan sam- bungan dan kampuh las
2. Menggambar sam- bungan I, T dan Pipa
3. Mempraktikkan pemeriksaan visual
4. Mempraktikkan pengujian manual hasil las 1. Mengidentifikasi gambar sambungan dan kampuh las
2. Menggambar sambungan I, T dan Pipa
3. Memeriksa visual hasil pengelasan
4. Menguji manual hasil pengelasan menggunakan palu dan alat ukur 1. Tes
2. Perbuatan 1. Isian
2. Format Penugasan 1. Lembar soal
2. Lembar jobsheet 90 menit 1. Modul Pelatihan Las LPKS Al Hikmah Benda, Sirampog, Brebes
Kompetensi Dasar Materi Pokok / Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi
Waktu Sumber belajar
Teknik Bentuk Instrumen Instrumen
4. Memperagakan teknik penyalaan las busur manual menggunakan peralatan kerja pengelasan 1. Peralatan kerja las busur manual lengkap
2. Teknik goresan
3. Teknik sentakan 1. Mempersiapkan peralatan kerja las busur manual secara lengkap
2. Memperagakan teknik goresan dan sentakan 1. Mengeset peralatan kerja las busur manual secara lengkap
2. Menyalakan las busur manual menggunakan teknik goresan
3. Menyalakan las busur manual menggunakan teknik sentakan 1. Perbuatan 1. Format Penugasan 1. Lembar jobsheet 150 menit 1. Modul Pelatihan Las LPKS Al Hikmah Benda, Sirampog, Brebes
5. Memperagakan pengelasan sambungan I, T dan Pipa posisi bawah tangan 1. Pengelasan sambungan I
2. Pengelasan sambungan T
3. Pengelasan sambungan Pipa 1. Mengelas sambungan I
2. Mengelas sambungan T
3. Mengelas sambungan Pipa 1. Mengelas sambungan I posisi bawah tangan
2. Mengelas sambungan T posisi bawah tangan
3. Mengelas sambungan Pipa posisi bawah tangan 1. Perbuatan 1. Format Penugasan 1. Lembar jobsheet 1080 menit 1. Modul Pelatihan Las LPKS Al Hikmah Benda, Sirampog, Brebes
6. Memperagakan pengelasan sambungan I, T dan Pipa posisi horisontal 1. Pengelasan sambungan I
2. Pengelasan sambungan T
3. Pengelasan sambungan Pipa 1. Mengelas sambungan I
2. Mengelas sambungan T
3. Mengelas sambungan Pipa 1. Mengelas sambungan I posisi horisontal
2. Mengelas sambungan T posisi horisontal
3. Mengelas sambungan Pipa posisi horisontal 1. Perbuatan 1. Format Penugasan 1. Lembar jobsheet 1080 menit 1. Modul Pelatihan Las LPKS Al Hikmah Benda, Sirampog, Brebes
7. Memperagakan pengelasan sambungan I, T dan Pipa posisi vertikal 1. Pengelasan sambungan I
2. Pengelasan sambungan T
3. Pengelasan sambungan Pipa 1. Mengelas sambungan I
2. Mengelas sambungan T
3. Mengelas sambungan Pipa 1. Mengelas sambungan I posisi vertikal
2. Mengelas sambungan T posisi vertikal
3. Mengelas sambungan Pipa posisi vertikal 1. Perbuatan 1. Format Penugasan 1. Lembar jobsheet 1080 menit 1. Modul Pelatihan Las LPKS Al Hikmah Benda, Sirampog, Brebes
8. Mengamati dan mengidentifikasi kegiatan industri pengelasan 1. Kunjungan industri
2. Penyusunan laporan 1. Pembelajaran lapangan
2. Evaluasi pembela-jaran lapangan 1. Mengamati kinerja industri pengelasan
2. Menyusun laporan hasil kun-jungan industri 1. Perbuatan 1. Format Penugasan 1. Surat Tugas 600 menit Industri Pengelasan di daerah Tegal dan sekitarnya.
9. Memperagakan pembuatan benda jadi mengguna- kan peralatan kerja las busur manual 1. Persiapan bahan
2. Pengelasan bahan
3. Penyelesaian akhir pekerjaan 1. Mengukur dan memotong
2. Mengelas komponen
3. Menyelesaikan akhir hasil pekerjaan
1. Mengukur dan memotong komponen benda jadi
2. Mengelas komponen
3. Menyelesaikan akhir hasil pekerjaan
1. Perbuatan 1. Format Penugasan 1. Lembar jobsheet 450 menit 1. Modul Pelatihan Las LPKS Al Hikmah Benda, Sirampog, Brebes

Brebes, 1 Maret 2009
Tim Instruktur Las

Bab I :Proposal las

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG PELATIHAN LAS
Krisis moneter mendera kemampuan masyarakat bawah pada titik nadir. Segala aspek kehidupan terasa berat dan berhenti mendadak. Banyak di antara anggota masyarakat yang mengambil jalan pintas dengan hal-hal yang kurang layak. Seperti makin maraknya gelandangan, pengemis, anak-anak terlantar dan naiknya angka kriminalitas.
Tidak terkecuali pada dunia pendidikan formal yang kian berat menghadapi perkembangan zaman yang sangat cepat. Kemampuan masyarakat makin tak dapat menjangkau perkembangan multi aspek yang tengah melanda dunia. Hanya sebagian kecil masyarakat yang dapat mengikuti dari jauh terhadap kemajuan berbagai bidang.
Sejalan dengan fenomena tersebut, pendidikan berbasis kemasyarakatan menjadi alternatif mengejar ketertinggalan zaman. Meskipun sudah barang tentu tidak dapat berjalan beriringan, tetapi paling tidak mengikuti di belakangnya. Hal itu mengingat aspek finansial yang dibutuhkan untuk pendidikan formal sangat mahal, sehingga jalan pintas pendidikan kejuruan berbasis masyarakat yang nota bene menyediakan fasilitas lebih terjangkau menjadi penting untuk ditumbuhkembangkan.
Pada tahap selanjutnya muncul lembaga pendidikan berbasis kemasyarakatan yang lebih populer dengan nama Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS). Kemunculan LPKS merupakan imbas dari makin tidak terjangkaunya lembaga pendidikan formal dari Sekolah Menengah hingga Perguruan Tinggi. Pada sisi lain, masyarakat makin menghendaki pemberian bekal kecakapan kerja secara instan bagi peserta didik agar segera dapat hidup mandiri secara layak.
LPKS merupakan lembaga pendidikan kejuruan yang secara instan dapat mempersiapkan tenaga kerja terampil tingkat dasar dan menengah dengan berbagai spesifikasi. Salah satu spesifikasi kejuruan yang menjanjikan masa depan lebih mapan adalah Pelatihan Las. Karena secara faktual infrastruktur pembangunan fisik suatu negara makin banyak yang menggunakan aplikasi pengelasan. Seperti bidang transportasi, properti, komunikasi, elektronika dan sipil. Banyak fasilitas yang menggunakan teknologi pengelasan.
Seiring perkembangan zaman, teknologi pengelasan juga mengalami perkembangan yang cukup pesat. Cakupan materi standar minimal beradaptasi secara bertahap. Muatan kurikulum senantiasa menyesuaikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Asumsi logik adalah anggapan bahwa kemapanan kurikulum pendidikan, secara spesifik menjadi trade mark suatu lembaga. Alumni yang dihasilkan tak perlu susah payah berebut lowongan pekerjaan, karena kualifikasi, kompetensi dan porsinya sudah jelas. Mereka bisa mandiri dengan life skills yang diperoleh atau siap mengisi job discription di lembaga, instansi, industri dan grup usaha tertentu.
B. MAKSUD DAN TUJUAN PELATIHAN LAS
Masud pelatihan las, untuk memenuhi sebagian kecil tuntutan masyarakat. Yakni telah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan las bebasis kemasyarakatan yang lebih terjangkau. Tujuan pelatihan las adalah mempersiapkan tenaga pengelasan yang terampil, siap kerja sesuai life skills yang telah dimilikinya baik untuk mengisi lowongan kerja maupun untuk membuka bengkel las secara mandiri.
C. SASARAN PELATIHAN LAS
Sasaran pelatihan las adalah tamatan sekolah menengah pada awal usia produktif yang berjumlah 20 (dua puluh) orang tiap angkatan dibagi menjadi 2 (dua) kelompok kerja untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelatihan. Tiap kelompok berjumlah 10 (sepuluh) orang dipandu seorang istruktur dibantu seorang teknisi las yang berpengalaman.

BAB II
PROGRAM PELATIHAN

A. KEBUTUHAN PELATIHAN LAS

Dengan makin tingginya kebutuhan tenaga pengelasan yang terampil, maka kebutuhan pelatihan las menjadi penting untuk dilaksanakan. Berbagai variasi teknik pengelasan yang digunakan di seluruh dunia, masih tetap menggunakan teknik dasar pengelasan busur manual sebagai kompetensi dasar teknik las.
Sejalan dengan pernyataan tersebut, kebutuhan pelatihan las busur manual sebagai kompetensi dasar teknik pengelasan pada umumnya menjadi penting untuk dilaksanakan. Karena tanpa kompetensi dasar tidak mungkin untuk mempunyai kompetensi lanjut.

B. KURIKULUM DAN SILABUS PELATIHAN LAS
Kurikulum yang dikembangkan pada pelatihan las busur manual mengacu kepada aspek kebutuhan minimum seorang tenaga pengelasan terampil yang siap kerja. Di sisi lain aspek efisiensi dan efektivitas materi pelatihan menjadi dasar penyusunan kurikulum pelatihan las.
Kurikulum pelatihan las busur manual tingkat dasar mencakup :
1. Las Busur Manual
a. Perangkat Las Busur Manual
b. Teknik Penyalaan Las Busur Manual
c. Sambungan Las Busur Manual Posisi Bawah Tangan, Horisontal, dan Vertikal
1) Sambungan I Posisi Bawah Tangan, Horisontal, dan Vertikal
2) Sambungan T Posisi Bawah Tangan, Horisontal, dan Vertikal
3) Sambungan Pipa Posisi Bawah Tangan, Horisontal, dan Vertikal
4) Project Work
2. Bahan dan Pengolahan
a. Logam Ferro dan Non-Ferro
b. Pengolahan Bahan
1) Pemotongan Bahan
2) Pengeboran bahan
3) Pengikiran dan Penggerindaan Bahan
3. Gambar Teknik dan Finishing
a. Gambar sambungan las dan kampuh las
b. Gambar sambungan I, T dan Pipa
c. Finishing Hasil Las
1) Pemeriksaan Kesalahan Las
2) Pengujian Hasil Las
4. Kunjungan Industri dan Studi Banding ke Bengkel Pengelasan di Tegal dan sekitarnya
Silabus Pelatihan Las Tingkat Terampil pada halaman berikutnya.

JOB DESKRIPSI STRUKTUR MA….. TAHUN PELAJARAN ….

1. Kepala Madrasah
Kepala Madrasah mempunyai tugas memimpin seluruh pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan pengajaran di madrasah. Uraian pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Kepala Madrasah adalah sebagai berikut:
a. Mengatur penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di madrasah
b. Mengatur penyelenggaraan urusan tata usaha madrasah
c. Mengatur penyelenggaraan urusan kepegawaian
d. Mengatur penyeleggaraan urusan keuangan madarasah
e. Mengatur penyelenggaraan urusan sarana dan peralatan madrasah
f. Mengatur peyelenggaraan urusan rumah tangga madarasah
g. Mengatur penyelenggaraan urusan asrama
h. Mengatur penyelenggaraan urusan perpustakaan dan Laboratorium
i. Mengatur pembinaan kesiswaan
j. Mengatur hubunga antara pimpinan, guru dan siswa
k. Menyelenggarakan hubungan dengan orang tua siswa dan masyarakat
l. Melakukan pengendalian pelaksanaan seluruh kegiatan di masyarakat
m. Melakukan tugas tugas lain yang diberikan atasan

2. Wakil Kepala Sekolah
Wakil Kepala Sekolah pada MA adalah 1 (satu) orang. Untuk itu dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan paling banyak 4 orang.
Wakil Kepala Sekolah membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
a. Penyusunan rencana, pembuatan program kegiatan dan program pelaksanaan,
b. Pengorganisasian,
c. Pengarahan,
d. Ketenagaan,
e. Pengkoordinasian,
f. Pengawasan,
g. Penilaian,
h. Identifikasi dan pengumpulan,
i. Penyusunan laporan.

Wakil Kepala Sekolah pada Madrasah Aliyah membantu Kepala Sekolah dalam urusan-urusan sebagai berikut :

A. URUSAN KURIKULUM
1) Menyusun program pengajaran;
2) Menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran;
3) Menyusun jadwal dan pelaksanaan ulangan umum serta ujian akhir;
4) Menerapkan kriteria persyaratan naik/tidak naik dan kriteria kelulusan;
5) Mengatur jadwal penerimaan buku Laporan Penilaian Hasil Belajar dan STTB;
6) Mengkoordinasikan dan mengarahkan penyusunan satuan pelajaran;
7) Menyusun laporan pelaksanaan pelajaran;
8) Membina kegiatan MGMP;
9) Membina kegiatan sanggar PKG/MGMP/Media;
10) Menyusun laporan pendayagunaan sanggar PKG/MGMP/Media;
11) Melaksanakan pemilihan guru teladan; dan
12) Membina kegiatan lomba-lomba bidang akademis, seperti : LPIR, LKIR, IMO, IPHO/TOFI, mengarang dan lain-lain.

B. URUSAN KESISWAAN
1) Menyusun program pembinaan kesiswaan/OSIS
2) Melaksanakan bimbingan, pengarahan dan pengendalian kegiatan siswa/OSIS dalam rangka menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah serta pemilihan pengurus OSIS;
3) Membina pengurus OSIS dalam berorganisasi;
4) Menyusun program dan jadwal pembinaan siswa secara berkala dan insidental,
5) Membina dan melaksanakan koordinasi keamanan, kebersihan, ketertiban, kerindangan, keindahan dan kekeluargaan (6K);
6) Melaksanakan pemilihan calon siswa teladan dan calon siswa penerima beasiswa;
7) Mengadakan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam kegiatan di luar sekolah;
8) Mengatur mutasi siswa;
9) Menyusun program kegiatan ekstrakurikuler; dan
10) Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan kesiswaan secara berkala.


C. URUSAN HUBUNGAN MASYARAKAT
1) Mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah dengan orang tua/wali siswa;
2) Membina hubungan antar sekolah dengan BP3;
3) Membina pengembangann hubungan antara sekolah dengan lembaga pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial lainnya; dan
4) Menyusun laporan pelaksanaan urusan sarana dan prasarana secara berkala.

D. URUSAN SARANA PRASARANA
1. Menyusun rencana kebutuhan sarana prasarana
2. Mengkoordinasikan pendayagunan sarana prasarana
3. Mengelola pembiayaan alat-alat pengajaran
4. Menyusun laporan pelaksanaan urusan sarana prasarana secara berkala

E. WAKIL URUSAN KEAGAMAAN
1. Menyusun program pengajaran
2. Menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran
3. Mengatur jadwal penerimaan buku laporan penilaian hasil belajar
4. Berkoordinasi dengan Madrasah Induk
5. Mengkoordinasikan pengelolaan kegiatan akademik, kesiswaan

F. WAKIL URUSAN KETERAMPILAN
1. Mengkoordiansikan kegiatan ekstra kurikuler terstruktur ( Komputer, tata busana
Pertanian berbasis perikanan, pengelasan, bahasa Inggris, Kitab kuning)
2. Menyusun program pengajaran keterampilan
3. Menyusun pembagian tugas guru dan jadwal kegiatan keterampilan
4. Mengatur jadwal penerimaan buku laporan penilaian hasil belajar ketr.
5. Mengkoordinasikan kegiatan dengan DEPNAKER, DEPAG

H. PEMBINA SISWA ( BP )

1. PEMBINA SISWA BIDANG KETERTIBAN
a. Melaksanakan tata tertib sekolah
b. Melaksanakan baris berbaris
c. Melaksanakan wisata alam, kelestarian alam dan lingkungan

2. PEMBINA SISWA BIDANG KEPRIBADIAN DAN BUDI PEKERTI
a. Melaksanakan tata krama pergaulan
b. Menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran rela berkorban dengan jalan melaksanakan perbuatan amal untuk meringankan beban dan penderitaan orang lain
c. Meningkatkan sikap hormat siswa kepada orang tua, guru, dan sesama siswa di lingkungan masyarakat

3. PEMBINA SISWA BIDANG BELA NEGARA
a. Melaksanakan upacara bendera pada setiap hari Sabtu dan hari besar Nasional
b. Melaksanakan bakti sosial / masyarakat
c. Mengadakan lomba-lomba yang berkaitan dengan penanaman sikap nasionalisme

4. PEMBINA SISWA BIDANG ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN
a. Memantapkan dan mengembangkan peran siswa dalam OSIS sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing
b. Membentuk kelompok belajar berdasarkan ketekunan, kepandaian, kebersihan, ketertiban, keindahan,kekeluargaan , dan kerindangan
c. Melaksanakan latihan kepemimpinan siswa
d. Mengadakan forum diskusi ilmiah
e. Mengadakan media komunikasi OSIS (Bulletin, majalah didnding, DLL)

5.PEMBINA SISWA BIDANG KETERAMPILAN DAN KEWIRAUSAHAAN
a. Meningkatkan keterampilan dalam menciptakan suatu barang lebih berguna
b. Meningkaatkan keterampilan I bidang teknik, elektronika, pertanian, dan peternakan
c. Meningkatkan usaha keterampilan tangan
d. Meniongkatkan usaha koperasi sekolah unit usaha dan unit produksi
e. Meningkatkan penyelenggaraan perpustakaan sekolah
f. Melaksanakan praktik kerja Nyata dan PKL

6. PEMBINA SISWA KESEGARAN JASMANI DAN BIDANG KREASI SENI
a. Meningkatkan kesdaran hidup sehat di lingkungan sekolah, rumah dan masyarakat
b. Melakasanakan usaha kesehatan sekolah
c. Melaksanakan pemeliharaan keindahan sekolah, penghijauan, dan kebersihan sekolah
d. Melaksanakan pencegahan penyalahgunaan narkotika, obat terlarang, minuman keras, dan merokok
e. Melaksankan senam pagi Indonesia, senam kesegaran jasmani, dan olah raga lainnya
f. Mengembangkan “MOTTO SEKOLAH”

7. PEMBINA SISWA BIDANG DAYA KREASI
a. Mengembangkan wawasan dan ketermpilan siswa di bidang seni suara, seni tari, seni rupa, seni drama, musik dan fotografi
b. Menyelenggarakan sanggar berbagai macam seni
c. Meningkatkan daya cipta seni
d. Mementaskan, memamerkan berbagai cabang seni , baik karya siswa, maupun karya seni di luar lingkungan sekolah

2. GURU
Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien. Tugas dan tanggung jawab seorang guru meliputi:
A. Membuat program pengajaran;
1) Analisis Materi Pelajaran (AMP)
2) Program Tahunan/Cawu
3) Program Satuan Pelajaran (Satpel)
4) Program Rencana Pengajaran (RP)
5) Program Mingguan Guru
6) Lembar Kegiatan Siswa (LKS)
B. Melaksanakan kegiatan pembelajaran;
C. Melaksanakan kegiatan penilaian belajar, ulangan harian, catur wulan/tahunan;
D. Melaksanakan analisis hasil ulangan harian;
E. Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan;
F. Mengisi daftar nilai siswa:
G. Melaksanakan kegiatan membimbing guru dalam kegiatan proses belajar mengajar;
H. Membuat alat pelajaran/alat peraga;
I. Menciptakan karya seni;
J. Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum;
K. Melaksanakan tugas tertentu di sekolah;
L. Mengadakan pengembangan bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya;
M. Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa;
N. Meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran;
O. Mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum;
P. Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkatnya.

3. Wali Kelas
Wali Kelas membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
a. Pengelolaan kelas,
b. Penyelenggaraan administrasi kelas yang meliputi:
1) Denah tempat duduk siswa,
2) Papan absensi siswa,
3) Daftar pelajaran kelas,
4) Daftar piket kelas,
5) Buku absensi siswa,
6) Buku kegiatan pembelajaran/buku kelas, dan
7) Tata tertib kelas.
c. Penyusunan/pembuatan statistik bulanan siswa,
d. Pengisian daftar kumpulan nilai siswa (legger),
e. Pembuatan catatan khusus tentang siswa,
f. Pencatatan mutasi siswa,
g. Pengisian buku Laporan Penilaian Hasil Belajar,
h. Pembagian buku Laporan Penilaian Hasil Belajar.

4. Koordinator Pengelola Laboratorium/Ruang Media Belajar Koordinator Pengelola membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
a. Merencanakan pengadaan alat dan bahan laboratorium IPA, Bahasa, Komputer, dan Media Belajar;
b. Mengkoordinasikan jadwal dan tata tertib pendayagunaan/pemanfaatan laboratorium/ ruang media belajar secara terpadu;
c. Menyusun dan mengkoordinasikan program tugas setiap Penanggung jawaban Pengelola Laboratorium dan Media Belajar;
d. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan laboratorium dan media belajar.

5. Pengelola Laboratorium/Penanggung jawab Pengelola Laboratorium
Pengelola laboratorium membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kagiatan sebagai berikut :
a. Merencanakan pengadaan alat dan bahan laboratorium;
b. Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium;
c. Menyusun program tugas-tugas laboran;
d. Mengatur penyimpanan dan daftar alat-alat laboratorium;
e. Memelihara dan perbaikan alat-alat laboratorium;
f. Menginventarisasi dan mengadministrasikan alat-alat laboratorium; dan
g. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan laboratorium.

6. Kepala Tata Usaha Sekolah
Kepala Tata Usaha Sekolah bertanggung jawaban kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
a. Menyusun program tata usaha sekolah; ( Ishaq )
b. Mengelola keuangan sekolah; ( Nelli )
c. Mengurus administrasi ketenagaan dan siswa; ( Ishaq – Jamil )
d. Membina dan pengembangan karir pegawai tata usaha sekolah;
e. Menyusun administrasi perlengkapan sekolah; ( Jamil )
f. Menyusun dan penyajian data/statistik sekolah; ( Jamil )
g. Mengkoordinasikan dan melaksanakan 6K; ( Jamil )
h. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala. ( Ishaq )

7. Laboran Laboratorium IPA (Fisika, Biologi, dan Kimia).
Laboran laboratorium IPA membantu Kepala Sekolah dan Penanggung jawab/Guru Pengelola Laboratorium Fisika, Biologi, dan Kimia dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
a. Merencanakan pengadaan alat-alat/bahan kimia laboratorium IPA (Fisika, Biologi, dan Kimia);
b. Membantu menyusun jadwal dan tata tertib pendayagunaan laboratorium IPA (Fisika, Biologi, dan Kimia);
c. Menyusun program kegiatan laboran;
d. Mengatur pembersihan, pemeliharaan, perbaikan dan penyimpanan alat-alat/bahan-bahan kimia laboran IPA;
e. Menginventarisasi dan mengadministrasikan alat-alat/bahan-bahan kimia laboran IPA;
f. Menyusun laporan pendayagunaan/pemanfaatan laboratorium IPA.

8. Teknisi Laboratorium AVA / Bahasa
Teknisi Laboratorium Bahasa membantu Kepala Sekolah dan Penanggung jawab/Guru Pengelola Laboratorium Bahasa dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
a. Merencanakan pengadaan alat-alat media;
b. Membantu menyusun jadwal dan tata tertib Pendayagunaan Laboratorium Bahasa;
c. Menyusun program kegiatan teknisi laboratorium bahasa;
d. Mengatur penyimpanan, pemeliharaan, dan perbaikan alat-alat laboratorium bahasa;
e. Menginventarisasi dan mengadministrasikan alat-alat laboratorium bahasa; dan
f. menyusun laporan pendayagunaan/pemanfaatan laboratorium bahasa.

9. Teknisi Laboratorium Komputer/Akuntansi
Teknisi Laboratorium Komputer/Akuntansi membantu Kepala Sekolah dan Penaggung jawab/ Guru Pengelola Laboratorium Komputer/Akuntansi dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
a. Merencanakan pengadaan alat-alat komputer baik perangkat keras maupun lunak;
b. Membantu menyusun jadwal dan tata tertib Pendayagunaan/Pemanfaatan Komputer;
c. Menyusun program kegiatan teknisi laboratorium komputer;
d. Mengatur penyimpanan, pemeliharaan, dan perbaikan alat-alat komputer;
e. Menginventarisasi dan mengadministrasikan alat-alat/perangkat komputer; dan

10 Teknisi Media
Teknisi media membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
a. Merencanakan pengadaan alat-alat media;
b. Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan media;
c. Menyusun program kegiatan teknisi media;
d. Mengatur penyimpanan, pemeliharaan dan perbaikan alat-alat media;
e. Menginventarisasi dan mengadministrasikan alat-alat media;
f. Menyusun laporan pemanfaatan alat-alat media.

Bio Energi: Bukan Sekedar energi Alternatif

Selama ini bio energi diposisikan sebagai energi alternatif. Posisi alternatif terkesan tidak penting dan hanya berguna pada keadaan darurat. Untuk saat ini bolehlah istilah itu digunakan, namun penulis meyakini dengan semakin langkanya energi yang bersumber dari fosil yang tak terbarukan maka istilah tersebut akan bergeser. Pada saatnya nanti bio energi menjadi energi utama, bukan sekedar alternatif.
Kini era minyak murah dunia telah berakhir. Perang, konsumsi yang meningkat, dan menipisnya cadangan minyak mentah dunia menjadi faktor melambungnya harga minyak. Dunia tidak lama lagi akan mengalami krisis energi. Menurut Energy Information Administration yang merupakan bagian dari Departemen Energi AS (dalam International Energy Outlook, 2005) memperkirakan dalam rentang waktu 23 tahun yakni dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2025 terjadi peningkatan konsumsi minyak dunia yang fantastis, sebesar 57 persen (Kompas, 20 Agustus 2005, hlm: 37). Kenaikan tersebut terdistribusikan dalam tabel di bawah ini:
Konsumsi Energi Dunia 1990 – 2025 (Dalam Kuadriliun British Thermal Unit)
Kawasan 1990 2002 2015 2025 Pertumbuhan rata-rata tahunan
1990-2002 2002-2025
Negara Maju 183,6 213,5 247,3 271,8 1,3 1,1
Perekonomian dalam transisi 76,2 53,6 68,4 77,7 -2,9 1,6
Negara sedang berkembang 88,4 144,3 237,8 295,1 4,2 3,2
Asia 51,5 88,4 155,8 196,7 4,6 3,5
Timur Tengah 13,1 22,0 32,4 38,9 4,4 2,5
Afrika 9,3 12,7 19,3 23,4 2,7 2,7
Amerika Tengah dan Selatan 14,5 21,2 30,4 36,1 3,2 2,3
Total Dunia 348,2 411,5 553,5 644,4 1,4 2,0
Sumber : Kompas, 20 Agustus 2005

Dengan peningkatan konsumsi seperti tabel diatas maka dalam kurun waktu 36,5 tahun (sejak tahun 2002) cadangan minyak akan ludes.
Kerisauan akan ludesnya minyak dunia mau tidak mau memicu setiap negara untuk melakukakan langkah ekstensifikasi maupun diversifikasi. Langkah ekstensifikasi berarti mencari sumber energi lain (bukan berasal fosil) dan diversifikasi berarti memperbanyak alternatif lagi dengan bahan dasar minyak dicampur dengan unsur lain.
Selama ini belum ada langkah ekstensifikasi energi, jikapun ada baru sebatas simulasi seperti pemanfaatan energi surya untuk penggerak mobil. Dengan demikian langkah terbaik untuk saat ini adalah diversifikasi energi.

Kondisi Indonesia
Pemerintahan Indonesia menyadari betul akan adanya krisis energi. Kesadaran tersebut dapat dicermati dengan ditetapkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati sebagai Bahan Bakar Lain. Dan dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Baik Inpres dan Perpres tersebut pada dasarnya menekankan kepentingan bio energi.
Menghadapi krisis ennergi tersebut Kurtubi (2005) mewacanakan pentingnya dibangun kebun energi. Kebun energi nantinya akan menjadi penyuplai bahan bakar nabati (sebagai campuran) yang berupa jarak pagar, singkong, tebu, kacang-kacangan, jagung, kelapa, kelapa sawit, bunga matahari, dan lain sebagainya.
Sebagai negara yang luas, Indonesia sebenarnya sangat berpotensi untuk pengembangan bio energi. Hanya saja selama ini belum tergarap dengan baik karena beberapa hal: petama; minimnya riset yang berkaitan dengan bio energi, kedua; belum adanya sinergitas antara masyarakat dengan pemerintah dalam pengembangan bio energi, ketiga ; masih sedikitnya petani plasma sebagai partner dalam pengembangan bio energi, ketidaktersediaan alat sederhana untuk pengolahan bio energi dalam home industri maupun UKM (Usaha Kecil Menengah).

Langkah Strategis
Menghadapi krisis energi memerlukan langkah strategis semua pihak. Produsen, peneliti, dan pemerintah harus sinergis sehingga tidak timbul anomali program bio energi. Posisi pemerintah dalam program bio energi tidaklah cukup dengan mengeluarkan Inpres maupun Perpres, yang paling ditunggu adalah regulasi nyata dalam program ini. Dalam hal ini pemerintah harus memfasilitasi dan memberi insentif terhadap riset-riset yang concern dalam bidang bio energi, jika perlu memfasilitasi dalam pemberian hak paten terhadap hasil penelitian. Dalam kaitanya dengan produsen maka pemerintah memfasilitasi pengadaan bio energi dari hulu sampai hilir. Dalam hal produksi maka pemerintah harus memperhatikan pemasok bahan baku bio energi (dalam hal ini petani) sampai pengolah (pemroduksi bio energi).
Dengan demikian maka program bio energi sejatinya program pemberdayaan petani, UKM, dan BUMN bidang energi. Dalam kaitanya dengan pemberdayaan petani (khususnya petani plasma) dapat ditempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Survei lahan yang cocok untuk tanaman sumber bio energi, dapat pula memanfaatkan proyek lahat gambut yang terlantar.
2. Pengadaan bibit, pupuk, dan pembinaan menyangkut karakteristik produksi tanaman yang standar untuk pengolahan bio energi, semisal ukuran, kadar air, umur, dan lain sebagainya.
3. Pemberian kredit lunak terhadap petani plasma.
4. Membuka selebar-lebarnya peluang untuk menjadi petani plasma
5. Memberi insentif dan penghargaan khusus kepada petani yang berhasil.
6. Membangun sentra-sentra bio energi.
UKM dalam program ini dapat memposisikan diri dalam pengadaan mesin-mesin dari yang tepat guna (sederhana) sampai yang canggih, serta dapat menjadi broker bahan setengah jadi kepada BUMN atau perusahaan swasta lainnya.
Kelangsungan energi masa depan bergantung pada kemampuan melakukan diversifikasi dan ekstensifikasi energi, dan eksistensi suatu negara sangat ditopang oleh kondisi energi nasionalnya. Indonesia sebagai negara yang kaya akan potensi nabatinya sudah seharusnya menjadikan rintisan bio energi sebagai energi utama, bukan sekedar alternatif.

About Me

My photo
Cirebon, Jawa Barat, Indonesia
Saya adalah seorang pendidik, alumni pasca sarjana dalam bidang pemikiran pendidikan. Essay-assay saya dipublikasikan di Kompas Jateng, Suara Merdeka, Gerbang, Rindang, Media Pembinan, detik.com, okezone.com Pernah Menjuarai penulisan ilmiah kelompok guru di harian Kedaulatan Rakyat, menjadi finalis lomba inovasi pembelajaran di UNNES, dan menjadi pemakalah terpilih dan pembicara dalam Konferensi Guru Indonesia tahun 2007. Tahun 2008 menjadi pemakalah dalam International conference on lesson study di Universitas Pendidikan Indonesia. Tahun 2009 terpilih sebagai penerima dana bantuan penulisan dari PUSBUK. Tahun 2010 menjadi pemenang harapan 3 lomba media pembelajaran tingkat nasional .Buku: 1. Kebijakan Publik Bidang Pendidikan.2. Profil Guru SMK Profesional 3. Editor buku Sejarah Kebudayaan Islam