RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN (RPP)
MAN BREBES 2
PROGRAM KETERAMPILAN DI MA AL HIKMAH 2 BENDA
Mata Pelajaran : Keterampilan Las
Kelas : X (sepuluh)
Semester : Gasal
Tahun : 2007-2008
Alokasi waktu : 12 x 45 menit tiap minggu
| No | Materi Pembelajaran | Minggu ke | |||||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | ||
| 1. | Kerja Bangku Dasar | X | | | | | | | | | |
| 2. | Gambar Teknik Dasar | | X | | | | | | | | |
| 3. | Bahan Logam | | | X | | | | | | | |
| 4. | Keselamatan dan Kesehatan Kerja | | | | X | | | | | | |
| 5. | Las Busur Manual | | | | | X | | | | | |
| 6. | Praktik Kerja Bangku Dasar | | | | | X | X | | | | |
| 7. | Praktik Gambar Teknik Dasar | | | | | | | X | X | | |
| 8. | Penyalaan Las Busur Manual | | | | | | | | | X | X |
| No | Materi Pembelajaran | Minggu ke | |||||||||
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | ||
| 9. | Sambungan Las Busur Manual | X | X | X | X | | | | | | |
| 10. | Pembuatan Benda Sederhana | | | | | X | X | X | X | | |
| 11. | Pemeriksaan dan Pengujian Hasil Las | | | | | | | | | X | X |
Brebes, 16 Juli 2007
Mengetahui
Kepala MA Al Hikmah 2, Guru Mata Pelajaran,
H. Mukhlas Hasyim, M.A. Barnawi, S.Pd, M.S.I
NIP. 150295825
RENCANA PEMBELAJARAN No. 4
Mata Pelajaran : Keterampilan Las Kelas : X (sepuluh)
Materi : Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Waktu : 12 x 45 menit
Semester : Gasal Tahun : 2007-2008
· Standar Kompetensi :
Siswa dapat menggunakan peralatan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja
· Indikator :
1. Keselamatan kerja
2. Empat jenis rambu-rambu keselamatan kerja
3. Sikap yang diterapkan di tempat kerja.
4. Syarat-syarat peralatan keselamatan kerja.
5. Sebab-sebab kecelakaan kerja.
6. Akibat yang ditimbulkan karena kecelakaan kerja.
7. Pencegahan kecelakaan kerja.
8. Jenis kecelakaan kerja.
9. Cara pencegahan pendarahan pada hidung.
10. Pertolongan terhadap luka bakar akibat benda kerja.
11. Bahaya yang ditimbulkan oleh pengelasan
12. Cara pencegahan terhadap bahaya listrik
· Kompetensi Dasar :
- Siswa dapat menuliskan pengertian keselamatan kerja sesuai dengan referensi.
- Siswa dapat menyebutkan tujuan keselamatan dan kesehatan kerja
- Siswa dapat mengidentifikasi empat jenis rambu-rambu keselamatan kerja
- Siswa dapat mengidentifikasi sikap yang diterapkan di tempat kerja.
- Siswa dapat mengidentifikasi syarat-syarat peralatan keselamatan kerja.
- Siswa dapat mengidentifikasi sebab-sebab kecelakaan kerja.
- Siswa dapat menyebutkan akibat yang ditimbulkan karena kecelakaan kerja.
- Siswa dapat menjelaskan pentingnya pencegahan kecelakaan kerja.
- Siswa dapat menjelaskan jenis kecelakaan kerja.
- Siswa dapat menyebutkan cara pencegahan pendarahan pada hidung.
- Siswa dapat menyebutkan cara pertolongan terhadap luka bakar akibat benda kerja.
- Siswa dapat menjelaskan bahaya yang ditimbulkan oleh bahaya pengelasan
- Siswa dapat menjelaskan cara pencegahan terhadap bahaya listrik
· Ringkasan Materi :
1. Peralatan keselamatan dan kesehatan kerja
a. Pengertian keselamatan dan kesehatan kerja
b. Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja.
c. Sasaran keselamatan dan kesehatan kerja.
d. Rambu-rambu keselamatan kerja.
e. Keselamatan pada tempat kerja.
f. Peralatan keselamatan kerja.
2. Fakta-fakta keselamatan dan kesehatan kerja
a. Pentingnya keselamatan kerja.
b. Sebab-sebab terjadinya kecelakaan kerja.
c. Dampak kecelakaan kerja
d. Pentingnya mencegah terjadinya kecelakaan kerja
3. Pertolongan pertama pada kecelakaan
a. Jenis-jenis kecelakaan di tempat kerja.
b. Pemberian pertolongan pada kecelakaan
4. Bahaya dalam pengelasan
a. Sinar cahaya las
b. Pencegahan kecelakaan karena sinar.
c. Debu dan asap las
d. Gas dalam asap
e. Pencegahan kecelakaan karena debu dan asap.
f. Benda panas.
g. Bahaya listrik
· Media Pembelajaran :
1. Buku Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
2. Peralatan keselamatan kerja di bengkel.
3. Peralatan PPPK
· Metode / Strategi Pembelajaran :
1. Tanya Jawab
2. Demonstrasi
3. Penugasan
· Skenario Pembelajaran :
| Uraian Materi | Alokasi Waktu |
| Siswa dan guru telah membawa buku Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Guru membuka dengan salam, dilanjutkan berdoa. Guru melakukan apersepsi tentang keselamatan dan kesehatan kerja. | Menit ke 0 – 10 |
| Pengertian keselamatan dan kesehatan kerja Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja. | Menit ke 11 – 20 |
| Sasaran keselamatan dan kesehatan kerja. Rambu-rambu keselamatan kerja. Keselamatan pada tempat kerja. Peralatan keselamatan kerja | Menit ke 21 – 50 |
| Pentingnya keselamatan kerja. Sebab-sebab terjadinya kecelakaan kerja. Dampak kecelakaan kerja Pentingnya mencegah terjadinya kecelakaan kerja | Menit ke 51 – 100 |
| Jenis-jenis kecelakaan di tempat kerja | Menit ke 101 – 145 |
| Praktik pertolongan pada pendarahan hidung | Menit ke 146 – 160 |
| Praktik pertolongan karena shock | Menit ke 161 – 200 |
| Praktik pertolongan karena luka bakar | Menit ke 201 – 450 |
| Sinar cahaya las Pencegahan kecelakaan karena sinar. Debu dan asap las | Menit ke 451 – 470 |
| Gas dalam asap Pencegahan kecelakaan karena debu dan asap. Benda panas. Gas dalam asap Pencegahan kecelakaan karena debu dan asap. | Menit ke 471 – 500 |
| Pencegahan kecelakaan karena debu dan asap. Benda panas. Bahaya listrik | Menit ke 501 – 515 |
| Post test | Menit ke 516 – 540 |
· Jenis Tagihan : Ulangan harian
· Bentuk Instrumen : Uraian singkat
· Instrumen :
1. Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja adalah ….
2. Gambarkan dan jelaskan ciri-ciri dari rambu-rambu keselamatan kerja
3. Sebutkan hal-hal yang harus diperhatikan di tempat kerja.
4. Sebutkan penyebab terjadinya kecelakaan kerja di tempat kerja.
5. Jika terjadi pendarahan terhadap hidung, maka usaha yang dapat dilakukan untuk mencegahnya adalah….
6. Pada pemberian pertolongan pada luka bakar hal-hal yang boleh dilakukan adalah…
7. Sebutkan cara mengatasi asap dan gas akibat pengelasan !
· Catatan Kepala Madrasah :
Brebes, 27 Juli 2007
Kepala MA Al Hikmah 2, Guru Mata Pelajaran,
H. Mukhlas Hasyim, M.A. Barnawi, S.Pd, M.S.I
Sunday, October 26, 2008 | | 1 Comments
MANFAAT BLOG SEKOLAH DALAM MEMONITORING HASIL SISWA
Akhir-akhir ini blog sangat menjamur di dunia internet. Sekarang ada lebih 10 juta blog yang bisa ditemukan di Internet. Dan masih bisa berkembang lagi, karena saat ini sudah banyak sekali software, tool, dan aplikasi Internet lain yang mempermudah para blogger (sebutan pemilik blog) untuk merawat blognya.
Sebenarnya apakah blog itu? Blog adalah kependekan dari web dan log. Log adalah simpanan, merupakan kata yang sering dipakai baik dalam dunia komputer (data log) hingga urusan belanja (logistik). Simpanan emosi/jiwa manusia dikeluarkan menjadi sebuah uneg-uneg, dan karena penyampaiannya lewat media web maka dinamakan weblog, atau disederhanakan lagi menjadi Blog. Jadi Istilah weblog, merunut dari sejarah awanya, digunakan untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan adanya komentar-komentar mereka sendiri. Dengan blog siapapun bisa menjadi penulis, paling tidak untuk dirinya sendiri. Blog bisa menjadi sebuah diary yang ditulis setiap saat dan dimana saja sepanjang bisa koneksi internet.
Ngeblog ato bikin blog di dunia maya seolah menjadi trendsetter bagi kebanyakan orang. Jika dulu punya email sudah cukup menjadi kebutuhan, sekarang trend berpihak kepada Blog. Orang muda, orang tua, orang kota, orang desa, artis, selebrity, kuli tinta, mahasiswa, hingga pelajar telah memiliki blog dengan berbagai ragam tujuannya. Sebagian karena gengsi tapi kemudian berlanjut menjadi kebutuhan setelah banyak manfaat yang diambil. Setidaknya aada beberapa hal yang bisa kita ambil manfaatnya dari blog :
- sebagai sarana untuk menuangkan ide pikiran ataupun kreatifitas seseorang
- wadah untuk berbagi dengan keluarga, sahabat yg terpisahkan oleh jarak
- sebagai sarana untuk promosi dlm rangka memasarkan produk2 yg kita tawarkan
- sebagai tempat cadangan untuk menyimpan file pribadi baik itu foto, video, dokumen dll.
- sebagai media korespondsi dengan sahabat, keluarga jauh, handai taulan dan lainnya. Dari media ini blogger bisa mengobati rasa kangen dengan meng-upload foto-foto ke blog dan tinggal mengabarkan alamat blog kepada kerabat tersebut.
Ramainya populasi blog dalam ranah online tak lepas dari karakter blog itu sendiri. Blog menjadi sarana luapan paling efektif daripada media lain yang terbatas. Blog mampu melewati berbagai lintas tujuan dan manfaat seperti diatas. Karakter ini tercermin dari apa yang diberikan oleh fasilitas editor blog berbasis grafis. Semua media blog memberi fasilitas yang sangat minimal, hanya pemberi ketebalan, tanda kutipan, urutan, dan coretan. Ini tak lepas dari sifat blog yang berangkat dari kejujuran penulisnya ketika tanpa malu lagi mencoret kalimat yang salah tanpa harus menghapusnya. Seorang blogger harus berani menandai sebuah kutipan jika memang kalimat tersebut bukan miliknya.
Blog bukanlah merupakan karya tulis, karya ilmiah, atau jurnalistik. Walau begitu, banyak kaum jurnalis yang memanfaatkan blog untuk menunjukkan kebagusan tulisannya. Karena dari Blog segalanya bisa berawal hingga akhirnya berbagai macam jenis blog bisa ditemukan, mulai dari Blog Politik yang berisi tentang berita, politik, aktivis, dan semua persoalan berbasis blog (seperti kampanye). Blog pribadi yang seringkali disebut sebagai buku harian online yang berisikan tentang pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi atau syair, gagasan jahat, dan perbincangan teman. Blog bisnis, yang digunakan oleh pegawai atau wirausahawan untuk kegiatan promosi bisnis mereka, hingga blog pendidikan yang umumnya ditulis oleh pelajar atau guru.
Terkait dengan jenis blog pendidikan, blog bisa menjadi sarana menuangkan ilmu. Blog bisa menjadi media pembelajaran. Blog bisa juga menjadi sarana berbagi ilmu, karena dalam blog seseorang bisa memberikan komentar pada tulisan kita. Penerapan blog untuk bidang pendidikan sangatlah membantu proses pembelajaran. Dengan memaksimalkan pemanfaatan blog dalam di bidang pendidikan diharapkan menjadi media yang dapat mengangkat citra dan kompetensi pendidik dibidangnya. Seperti yang dikatakan oleh Direktif”
…, jika memang ada mata pelajaran menulis di Internet, mulailah dengan rasa kecintaan akan menulis, kemauan akan berbagi ilmu pengetahuan, keindahan bercakap-cakap antarmanusia, dan suka cita gairah menyambut sikap saling menghargai antarsesama.
Unsur utama dari Blog adalah tulisan, selebihnya grafis, sound, dan lain-lain. Dengan keberanian menulis di blog tentunya menjadi ajang monitoring banyak orang, terlebih oleh tenaga pengajar di sekolah itu sendiri. Siswa yang sudah terkontaminasi jaman oleh budaya sms yang merusak bahasa bisa berangsur mulai membenahi tulisannya, dari semula yang banyak coretan di Blognya hingga menjadi bersih sesuai dengan bahasa yang baik dan benar.
Etika Ngeblog
Menjadi blogger memang berada pada posisi independent, namun posisi tersebut tidaklah bebas nilai dan norma. Ada beberapa kasus blogger yang masuk penjara karena menulis sembarangan dan serampangan yang merugikan orang lain sehingga bermasalah dengan hukum. Untuk itu blogger harus berhati-hati jika mau mengulas dan menulis orang lain atau kebijakan orang lain karena tulisan tersebut rentan dengan permasalahan hukum.
Adanya blog adalah lahan subur bagi siapa saja yang penting memegang etika.
Saturday, October 04, 2008 | Labels: lomba web log, SEAMOLEC | 4 Comments
Antara Kognitif dan Metakognitif
ANTARA KOGNITIF DAN METAKOGNITIF
Barnawi
Dalam pembelajaran, kata kognitif selalu dikaitkan dengan ranah psikomotorik dan afektif. Ranah kognitif dipandang sebagai ranah yang paling sederhana, sekedar hafalan atau pengertian secara redaksional. Sedangkan ranah psikomotorik disederhanakan sebagai skill yang bersifat prosedural, dan afektif diidentikkan dengan value, nilai yang tercermin dari perilaku. Domain kognitif sesungguhnya tidak sedemikian sederhana, di dalamnya terkandung apa yang dinamakan cognitive strategies (strategi kognitif) yang merupakan kemampuan tertinggi dari domain kognitif.
Strategi kognitif menurut Gagne (dalam Paulinna Panen, dkk, 2001) merupakan kemampuan internal yang terorganisasi yang dapat membantu individu dalam proses belajar, proses berfikir, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Strategi kognitif setiap individu tentunya berbeda dan unik. Setiap permasalahan tentunya akan dipandang secara berbeda-beda oleh setiap individu dan tentunya akan dicari solusi yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat executive control (kontrol tingkat tinggi) yang dimilikinya.
Adanya executive control sejatinya dapat membentuk insan yang otonom dalam pemikiran, mandiri, dan tidak bergantung. Otonom karena setiap entitas atau suatu konsep ilmu akan dieksekusi dengan polanya sendiri, mandiri karena pemikirannya inheren dengan kediriannya, dan tidak bergantung karena pengetahuan yang dimiliki merupakan hasil konstruksinya. Individu yang otonom dan mampu menyelesaikan persoalan konseptual maupun kontekstual menandakan bahwa yang bersangkutan telah menguasai strategi kognitif, dan kemampuan tersebut jika dikelola nantinya dapat menjadi embrio terwujudnya insan cendikia.
Perbedaan strategi kognitif dan metakognitif
Strategi kognitif merupakan aktivitas yang dilakukan dalam menyelesaikan persoalan baik konseptual maupun kontekstual, sedangkan strategi metakognitif merupakan informasi mengenai aktivitas atau kemajuan yang dicapai. Strategi kognitif membantu dalam mencapai tujuan, sedangkan strategi metakognitif memonitor kemajuan yang dicapai (M. Clarawesti, Kompas 12 Februari 2006). Dengan demikian metakognitif merupakan landasan bagi strategi kognitif itu sendiri.
Menurut Preisseisen (dalam Paulinna Panen, dkk, 2001) , metakognisi terdiri atas empat keterampilan yakni problems solving, decision making, critical thinking, dan creative thinking. problems solving merupakan kemampuan individu dalam memecahkan masalah melalui pengumpulan fakta, analisis informasi, menyusun berbagai alternatif pemecahan, dan memilih pemecahan yang paling efektif. Untuk menjadi problems solver yang handal dibutuhkan jam terbang yang tinggi, dan di sini diperlukan penguasaan metode keilmuan sebagai pisau bedah terhadap masalah yang dihadapi.
Decision making merupakan kemampuan individu untuk memilih suatu keputusan yang terbaik dari berbagai pilihan yang ada. Keputusan yang diambil tentunya berdasar pengalaman atau informasi, pertimbangan etika dan tata nilai, dan disertai alasan-alasan rasional. Kemampuan dalam decision making dapat menggambarkan tingkat kematangan dan kebijaksanaan seseorang. Critical thinking merupakan kemampuan individu untuk berfikir kritis dalam menanggapi suatu konsep, pendapat, dan kebijakan. Berfikir kritis tentunya mendasarkan pada logika rasional, dan mampu membaca kesenjangan antara konsep dengan realitas, antara das solen dengan das sein atau menganalisis dengan mendasarkan pada sesuatu yang sifatnya given dari Tuhan.
Creative thinking merupakan kemampuan individu untuk berfikir kreatif atau mencipta dan memodifikasi sesuatu yang baru dengan mendasarkan pada konsep-konsep, hukum-hukum, logika, dan intuisi yang dimiliki. Keempat keterampilan tersebut merupakan satu-kesatuan yang terintegrasi, artinya pada saat seseorang memecahkan masalah maka dengan sendirinya individu tersebut telah melakukan tindakan pengambilan keputusan berdasarkan nalar kritisnya dan dikreasi dengan dirinya.
Melatih Metakognitif pada Anak
Kemampuan individu dalam memecahkan masalah, mengambil keputusan, berfikir kritis, dan berfikir kreatif merupakan produk pendidikan. Alasannya adalah bahwa setiap perilaku baik dalam berfikir maupun bertindak adalah konstruksi dari pendidikan, baik pendidikan formal, informal, maupun gabungan keduanya. Untuk itu dalam praksis pendidikan semestinya menggunakan pendekatan keterampilan proses, problem based learning, dan mendorong siswa untuk aktif.
Pendekatan keterampilan proses dan problem based learning semestinya dilakukan sejak pendidikan dini usia atau sejak anak memasuki dunia pendidikan formal. Sebagai contohnya adalah anak dilatih untuk merefleksikan kejadian yang baru dialami, merefleksikan bacaan yang selesai dibaca, dan tentunya dikemas menjadi kegiatan yang menyenangkan dan tanpa tekanan. Di sini diperlukan home schooling di mana rumah menjadi arena belajar, dan orang tua intens dalam membimbing anak.
Dalam banyak kejadian pendidikan kita gagal dalam mewujudkan insan yang mampu menjadi problems solver, pengambil keputusan yang bijak, insan yang kritis, dan insan yang kreatif. Bahkan pendidikan kita sering menjadi media “aborsi” bagi embrio insan-insan unggul karena sistem yang belum jelas dan tradisi yang jauh dari nuansa ilmiah, untuk itu diperlukan perhatian yang serius dalam membangun metakognitif bagi generasi mendatang.
Thursday, September 04, 2008 | | 3 Comments
About Me
- Barnawi
- Cirebon, Jawa Barat, Indonesia
- Saya adalah seorang pendidik, alumni pasca sarjana dalam bidang pemikiran pendidikan. Essay-assay saya dipublikasikan di Kompas Jateng, Suara Merdeka, Gerbang, Rindang, Media Pembinan, detik.com, okezone.com Pernah Menjuarai penulisan ilmiah kelompok guru di harian Kedaulatan Rakyat, menjadi finalis lomba inovasi pembelajaran di UNNES, dan menjadi pemakalah terpilih dan pembicara dalam Konferensi Guru Indonesia tahun 2007. Tahun 2008 menjadi pemakalah dalam International conference on lesson study di Universitas Pendidikan Indonesia. Tahun 2009 terpilih sebagai penerima dana bantuan penulisan dari PUSBUK. Tahun 2010 menjadi pemenang harapan 3 lomba media pembelajaran tingkat nasional .Buku: 1. Kebijakan Publik Bidang Pendidikan.2. Profil Guru SMK Profesional 3. Editor buku Sejarah Kebudayaan Islam
My Blog List
-
Lanjutan Kalimat Adjective Dalam bahasa Inggris - Yuni’s long hair has been permed, so Yuni’s appearance is quite different. ( Rambut panjang Yuni sudah dikeritingkan, sehingga penampilan Yuni cukup berbed...4 years ago
-
Gaduh UNBK, FSGI Bilang Mendikbud Tak Cukup Hanya Minta Maaf, Lalu? - Tak hanya dunia politik, jagat pendidikan kita juga tak luput dari kegaduhan. Belakangan ini yang sedang memanas adalah sulitnya soal Ujian Nasional Berbas...8 years ago
-
Andy - Reuni akbar 30 th Alste87. Mulai nanti jam 6 pagi. KLa tampil malam. #Alste #Alste87 #smaga #semarang #reuni #reunion @ditapitarto //via Facebook ...read more9 years ago
-
-